KITAINDONESIASATU.COM- Ketegangan internasional memuncak. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, menilai serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela dan klaim penangkapan Presiden Nicolas Maduro sebagai tanda bahwa hukum internasional kini tergantikan oleh hukum rimba.
Dalam unggahannya di platform X, Sabtu (3/1), Dino menyoroti aksi AS yang menunjukkan sikap “semau gue” negara kuat terhadap negara lain, dan memperingatkan dunia tengah memasuki tatanan berbahaya (dangerous world order).
“Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi sewenang-wenang terhadap negara lain. Ini pertanda kita memasuki dangerous world order,” ujar Dino.
Ia juga mempertanyakan langkah komunitas internasional: Dewan Keamanan PBB, G7, negara-negara Amerika Latin, hingga Indonesia sebagai pengusung kebijakan luar negeri bebas aktif.
“Ini ujian nyata bagi prinsip polugri Indonesia,” katanya.
Situasi di lapangan kian mencekam. Sabtu pagi, ledakan terdengar di Caracas, video viral menunjukkan asap tebal dan sirene serangan udara, bersamaan dengan klaim Presiden Donald Trump di Truth Social bahwa pasukannya telah menyerang Venezuela dan menangkap Maduro.
Menanggapi krisis ini, Kementerian Luar Negeri RI menyerukan semua pihak mengutamakan penyelesaian damai melalui deeskalasi dan dialog, sekaligus menegaskan bahwa hukum internasional dan Piagam PBB harus dihormati.
Dunia kini menyorot Venezuela dengan napas tertahan, menyaksikan konflik yang berpotensi mengguncang tatanan global sekaligus menguji prinsip-prinsip diplomasi internasional. (*)


