KITAINDONESIASATU.COM – Dinas Sumber Daya Air (SDA) memperkuat sistem Polder untuk mengendalikan banjir rob yang beberapa hari terakhir melanda pesisir Utara Jakarta pasang air laut.
Hal tersebut dilakukan sehubungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir robh hingga awal tahun 2025.
“Sistem polder pengendali rob yang dilengkapi dengan bendung karet untuk menahan air laut agar tidak kembali meluap ke daratan,” kata Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Sabtu (28/12/2028).
Selain itu, Dinas SDA juga akan mengoptimalkan pompa-pompa yang ada di kawasan rawan banjir rob guna mempercepat surutnya air.
“Mengoptimalkan penggunaan pompa stasioner dan mobile untuk mengalirkan air ke laut, terutama di wilayah dengan topografi rendah atau di bawah permukaan laut, untuk mengatasi rob secara langsung,” kata Yohan.
Sebelumnya, BPBD Jakarta mengingatkan wilayah pesisir utara Jakarta mewaspadai banjir luapan air laut (rob). Peringatan dini ini ditujukan kepada 11 wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob.
“Diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (rob),” tulis BPBD Dalam Keterangan resminya, Jumat (27/12/2024).
BPBd juga mengimbau kepada warga yang tinggal di 11 daerah agar waspada terhadap potensi banjir rob dalam periode 26 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
Berikut 11 wilayah yang diminta waspada banjir rob:
- Kamal Muara,
- Kapuk Muara,
- Penjaringan,
- Pluit,
- Ancol,
- Kamal,
- Marunda,
- Cilincing,
- Kalibaru,
- Muara Angke, dan
- Kepulauan Seribu. (Aldi)

