Berita UtamaNews

Dihujani Kritik, Prabowo Tetap Gaspol Program Makan Gratis: Jutaan Lapangan Kerja Menanti

×

Dihujani Kritik, Prabowo Tetap Gaspol Program Makan Gratis: Jutaan Lapangan Kerja Menanti

Sebarkan artikel ini
prabowo
presiden prabowo subianto (sekretariat presiden)

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali bikin pernyataan tegas yang langsung menyita perhatian publik. Ia menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebab lebih baik anggaran negara dipakai memberi makan rakyat daripada habis dikorupsi.

Dalam wawancara yang dirilis Minggu (22/3), Prabowo menegaskan bahwa program ini bukan sekadar janji politik, melainkan bukti nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil—terutama anak-anak dan kelompok rentan yang selama ini terpinggirkan.

Menurutnya, MBG bukan hanya soal mengatasi gizi buruk atau stunting, tetapi juga bagian dari strategi besar membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi dari bawah.

Meski dihujani kritik dan dihadapkan pada tantangan fiskal, Prabowo tak bergeming. Ia memastikan program ini tetap jadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan makan rakyat.

“Saya akan bertahan semampu saya. Daripada uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegasnya.

Prabowo bahkan mengungkap pengalaman langsung saat turun ke desa, melihat anak usia 11 tahun dengan kondisi tubuh seperti anak 4 tahun—potret nyata yang menguatkan keyakinannya bahwa kebijakan ini berada di jalur yang benar.

Tak hanya berdampak sosial, Prabowo juga mengungkap potensi ledakan ekonomi dari program ini. Ia memperkirakan akan ada sekitar 30 ribu dapur MBG yang beroperasi, masing-masing menyerap hingga 50 tenaga kerja—artinya, sekitar 1,5 juta lapangan kerja tercipta.

Belum berhenti di situ, setiap dapur juga akan menggandeng 5–10 vendor pemasok bahan pangan, dari telur hingga sayuran, yang turut membuka peluang kerja bagi jutaan petani. Totalnya bisa menembus angka jutaan tenaga kerja baru.

Namun, Prabowo tak menutup mata terhadap kekurangan di lapangan. Ia mengakui masih ada masalah dalam implementasi, bahkan mengungkap bahwa lebih dari seribu dapur telah ditutup sebagai bagian dari langkah penertiban tegas pemerintah.

Yang mengejutkan, Prabowo juga menegaskan bahwa program ambisius ini tidak dibiayai dari utang baru. Ia menyebut dana tersedia, asalkan kebocoran anggaran bisa ditekan dan pengelolaan diperbaiki.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir dan kurangi kebocoran,” ujarnya mantap. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *