KITAINDONESIASATU.COM – Persebaya Surabaya mengirim pesan keras ke para pesaingnya di Liga 1 2025/2026. Bermain di bawah tekanan ribuan suporter tuan rumah, Bajul Ijo tampil kejam dan tanpa ampun dengan membungkam PSIM Yogyakarta 3-0 dalam laga pekan ke-18 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1) sore. Skema serangan balik cepat menjadi senjata mematikan yang merobohkan dominasi Laskar Mataram.
Kemenangan telak ini terasa sangat emosional bagi Bonek. Persebaya datang sebagai tim tamu, dihujani tekanan, namun pulang dengan poin penuh sekaligus clean sheet yang menegaskan status mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Sejak menit awal, PSIM Yogyakarta yang diasuh Jean-Paul van Gastel langsung tampil agresif. Dua puluh menit pertama menjadi milik tuan rumah dengan rentetan serangan berbahaya. Peluang emas tercipta lewat sepakan Ze Valente di menit ke-8 dan aksi Nermin Haljeta pada menit ke-17 yang nyaris berbuah gol.
Namun, Ernando Ari tampil luar biasa di bawah mistar. Kiper andalan Persebaya itu menjadi mimpi buruk bagi PSIM lewat sejumlah penyelamatan krusial. Dominasi tuan rumah yang tak berbuah gol justru berbalik menjadi petaka.
Pada menit ke-35, Persebaya menghukum kelengahan PSIM lewat transisi cepat. Umpan terukur Bruno Moreira disambut dingin oleh Gali Freitas untuk membawa Bajul Ijo unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares memilih pendekatan lebih disiplin dan menunggu momen. Keputusan itu kembali terbukti jitu. Pada menit ke-73, pemain debutan Bruno Paraiba langsung mencuri perhatian dengan gol perdananya setelah memaksimalkan assist Jefferson Silva.
Pesta kemenangan Persebaya ditutup dengan gol spektakuler Rachmat Irianto pada menit ke-84. Gelandang Timnas Indonesia itu melakukan solo run dari tengah lapangan, melewati tiga pemain PSIM, sebelum menaklukkan Cahya Supriadi. Gol indah tersebut memastikan skor akhir 3-0 untuk kemenangan telak Bajul Ijo. (*)

