Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa media internasional dapat mengunjungi lokasi serangan yang menurutnya adalah wilayah sipil, bukan kamp militer seperti klaim India.
Reaksi dan Eskalasi Ketegangan
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan India sebagai tindakan pengecut dan menegaskan bahwa Pakistan berhak melakukan pembalasan atas serangan tersebut.
Ia menyatakan seluruh bangsa mendukung angkatan bersenjata Pakistan dalam menghadapi agresi tersebut.
Militer Pakistan juga mengumumkan bahwa mereka telah menembak jatuh dua jet tempur dan sebuah drone milik India di wilayah Kashmir, sebagai bagian dari respons mereka terhadap serangan tersebut.
Ancaman Perang dan Simulasi Pertahanan Sipil
Ketegangan yang meningkat ini membuat kedua negara bersenjata nuklir tersebut berada di ambang konflik berskala besar.
India bahkan menggelar simulasi pertahanan sipil untuk mempersiapkan kemungkinan serangan balasan dari Pakistan.
Insiden ini merupakan eskalasi terbaru dari konflik panjang yang berakar dari masalah Kashmir dan serangan teroris yang menewaskan warga sipil di kedua sisi perbatasan.
Dunia kini menyoroti perkembangan situasi ini dengan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas.***



