KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan, semangat mewujudkan visi Bogor Beres, Bogor Maju dalam misi Bogor Sehat terus digelorakan Pemerintah Kota Bogor. Komitmen ini kembali dibuktikan melalui aksi nyata peduli lingkungan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh pada 27 Juli.
Yayasan Elshinta Peduli Kemanusiaan bersama Pemerintah Kota Bogor, dengan melibatkan berbagai instansi, komunitas, serta partisipasi individu dari masyarakat, menggelar aksi peduli Sungai Ciliwung. Kegiatan ini bertujuan mendorong gerakan sadar lingkungan, mempercepat rehabilitasi ekosistem sungai, serta menjadi langkah mitigasi terhadap risiko bencana banjir yang kerap melanda wilayah aliran sungai.
Tak hanya bersih-bersih sungai, kegiatan juga diisi dengan penanaman 100 pohon di bantaran Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Saung Alkesha, Kedung Halang, Bogor Utara.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama jajaran perangkat daerah turut hadir dan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kota Bogor itu memiliki hutang budi kepada Ciliwung dan Cisadane, karena 95 persen sumber air baku yang dikonsumsi, dipakai oleh warga Kota Bogor itu datangnya dari Ciliwung dan Cisadane. Hari-hari kita tidak pernah lepas ketergantungan pada sungai ini,” tutur Dedie Rachim, Minggu 27 Juli 2025.
Ia menjelaskan, sungai-sungai tersebut memiliki jaringan yang luas dan saling terhubung. Setidaknya terdapat 13 anak sungai dari Ciliwung dan Cisadane yang melintasi wilayah Kota Bogor. Karena itu, Dedie menilai sudah semestinya warga Kota Bogor menjaga keberadaan sungai, bukan justru merusaknya.
“Jangan malah mengotori sungai dengan membuang tinja, sampah segala macam, sofa, kasur, bahkan bangkai binatang. Kita tidak boleh lagi meneruskan praktik-praktik buruk ini,” tegasnya.

