Kunjungan kemudian berlanjut ke Terminal Pulo Gebang, terminal terbesar di Jakarta yang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
“Di terminal ini, volume penumpang sangat tinggi. Oleh karena itu, edukasi kepada penumpang dan pelaku usaha sangat penting,” ungkapnya.
“Kepada pengelola Terminal Pulo Gebang, jangan pernah lelah untuk mengedukasi. Setiap tenant harus terlibat dalam pengelolaan sampahnya sendiri. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegas Hanif, mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Ia juga menekankan pentingnya penyediaan tempat sampah terpisah di berbagai titik strategis agar pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan lebih efektif. “Dengan mengoptimalkan fasilitas, kita bisa meminimalkan residu yang harus dibuang ke Bantar Gebang,” tutur Hanif, berharap Terminal Pulo Gebang dapat menjadi contoh cemerlang dalam pengelolaan sampah mandiri.
Dengan inisiatif ini, Menteri Hanif Faisol Nurofiq tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga bumi kita.
“Mari kita bersatu untuk menciptakan Jakarta yang lebih hijau dan bersih. Setiap tindakan kecil kita bisa memberi dampak besar untuk generasi mendatang,” pungkasnya, menginspirasi langkah-langkah nyata dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik. (Nicko/Yo)



