Selain itu, sejumlah senjata juga merupakan barang selundupan warisan keluarga yang masuk secara ilegal dari wilayah perbatasan Filipina. Langkah sukarela warga menyerahkan barang-barang berbahaya ini menandakan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk memutus mata rantai kekerasan di akar rumput.
Strategi Humanis: Membangun Jembatan Kepercayaan
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi keamanan yang mengedepankan kearifan lokal dan empati, alih-alih pendekatan represif.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras menjemput bola ke tengah masyarakat, Pangdam XV/Pattimura menganugerahkan penghargaan kepada 35 personel Korem 152/Baabullah yang terlibat langsung dalam operasi ini.
Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, dalam keterangan terpisah pada Sabtu 3 Oktober 2026, menekankan esensi dari operasi ini.
“Penyerahan senjata secara sukarela ini membuktikan bahwa pendekatan humanis dan komunikasi yang intensif mampu membangun jembatan kepercayaan dengan masyarakat. TNI akan terus mengutamakan upaya persuasif dan sinergi bersama rakyat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.




