KITAINDONESIASATU.COM- Ketergantungan Kota Bogor terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah kembali menjadi perhatian. Di tengah fluktuasi harga yang dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi, Dedie A. Rachim turun langsung memantau ketersediaan bahan pangan di Pasar Gembrong Sukasari, Minggu 22 Febuari 2026.
Didampingi Denny Mulyadi, Wali Kota Bogor memastikan pasokan bahan pokok bagi masyarakat masih dalam kondisi aman.
Dalam pemantauan tersebut, Dedie Rachim berkeliling di area pasar basah serta berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli. Dari hasil pemantauan, ketersediaan bahan pangan serta pasokan ke pedagang di Pasar Gembrong Sukasari dinilai aman.
“Sejauh ini pasokan dan ketersediaan aman. Untuk pengiriman memang tergantung pada akomodasi, karena Kota Bogor bukan produsen, sehingga barang yang dikirim berasal dari daerah lain,” ucapnya.
Dedie menjelaskan, kondisi tersebut turut memengaruhi fluktuasi harga bahan pangan, selain faktor cuaca yang masih menjadi tantangan dalam distribusi.
Saat ini, stabilitas harga bahan pangan di Pasar Gembrong Sukasari sebagian besar dinilai normal dan stabil. Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas wajar dan tidak signifikan.
“Iya, sebagian masih normal, sama seperti sebelumnya. Namun memang beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama daging dan cabai, karena sangat tergantung pada cuaca. Untuk daging juga sangat tergantung pada distribusi dari beberapa daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyampaikan bahwa harga daging sapi mengalami kenaikan dari harga normal.
“Harga daging sapi yang biasanya Rp120 ribu kini berada pada angka Rp150 ribu per kilogram,” ujarnya.
Selain itu, harga daging ayam yang sebelumnya berada di angka Rp32 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp40 ribu, setelah sempat menyentuh Rp48 ribu.
“Namun secara keseluruhan harga stabil dan stok tersedia aman,” ujarnya.
Adapun daftar harga bahan pangan di Pasar Gembrong Sukasari saat ini sebagai berikut: gula pasir Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp21.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp20.000 per liter, MinyakKita Rp16.000 per liter, daging sapi Rp150.000 per kilogram, daging ayam dari semula Rp45.000 kini Rp40.000 per kilogram, telur dari semula Rp31.000 kini Rp30.000 per kilogram, cabai merah dari semula Rp70.000 kini Rp60.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp110.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, serta ikan kembung Rp55.000 per kilogram. (Nicko)

