“Jika ada yang bertanya, ‘jauh nggak?’ jawabannya dekat. Kalau ada yang tanya, ‘bagus nggak?’ jawabannya keren. Itulah Sanghyang Taraje,” tuturnya.
Barnas memastikan bahwa pembangunan akses jalan akan menjadi prioritas pada tahun 2025, dan telah melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memastikan kualitas jalan yang baik.
Selain itu, pengelolaan dan promosi destinasi wisata ini juga akan menjadi perhatian, guna meningkatkan popularitas dan potensi pariwisata di Kabupaten Garut. ***

