Berita Utama

Cuan Belum Cair, Dapur MBG di Pandeglang Tidak Masak

×

Cuan Belum Cair, Dapur MBG di Pandeglang Tidak Masak

Sebarkan artikel ini
sppg
Dok. Petugas menyiapkan makanan Makan Bergizi Gratis.

KITAINDONESIASATU.COM-Karena dana dari Badan Gizi nasional (BGN) belum cair, sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, telah menghentikan pengiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah maupun ke Posyandu.

Seperti dapur SPPG Umi Kaisar di Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, sejak hari Selasa (11/11/2025) 2025 telah menghentikan sementara pasokan MBG ke sekolah-sekolah.

Demikian pula dengan SPPG Mathlaul Anwar di Menes. Mulai hari Ini (Rabu, 12/11/2025) menghentikan semetara pasokan MBG setelah sebelumnya melayangkan surat pemberitahuan.

Bahkan, sejak hari Senin (10/11/2025) SPPG di Kecamatan Majasari juga menghentikan pengiriman MBG ke sekolah maupun ke Posyandu, termasuk di Kecamatan Labuan.

Baca Juga  Lokasi SIM Keliling Jakarta Awal Pekan

Umi pemilik dapur SPPG Umi Kaisar membenarkan bahwa pihaknya telah menyetop pengiriman MBG ke sasaran penerima manfaat, karena anggaran dari BGN belum cair.

“Bukan hanya dapur Umi Kaisar yang tidak beroperasi, SPPG di Labuan dan beberapa dapur di Menes juga melakukan hal yang sama. Karena dana dari BGN belum cair,” kata Umi, kemarin.

Penghentian pasokan MBG teraksa dilakukan, karena aturan dari BGN tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan lagi, dan operasional harus menunggu dana cair dari BGN. “Selain dapur saya, ada beberapa dapur di Menes juga mengalami keterlambatan pencairan dana. In Shaa Allah nanti juga bakal cair,” ujar Umi dengan nada optimistis.

Baca Juga  Mengapa Kadin Mendesak Pembatalan Impor 105.000 Pikap India demi Penguatan Industri Otomotif Lokal?

Umi menambahkan, jika dapur di Labuan sudah 4 hari tidak operasional. “Kalau di Menes baru satu hari ini,” ujarnya.

Kebijakan sama diungkapkan KA SPPG Mathlaul Anwar Menes, Rama Awaludin. “Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan penyetopan sementara pengiriman MBG. Karena keterlambatan pencairan dana,” katanya  

Belum bisa memastikan sampaikan sampai kapan penyetopan pengiriman MBG. “Belum bisa dipastikan sampai kapan pengentian pasokan MBG. Saya bakal konfirmasi ke pihak sekolah kalau misalkan dana sudah cair,” tandasnya.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan pegawai SPPG Sukaratu, Kecamatan Majasari, Bayu Kusuma.  Pihaknya telah menyetop sementara MBG. “Ada keterlambatan transfer dari pusat (BGN), sehingga operasional terhenti sementara,” ungkapnya.

Baca Juga  Jurnalis Spanyol Spill Isu Panas, Louis van Gaal Disebut Bakal Tangani Timnas Indonesia

Bayu membenarkan ada larangan menggunakan dana talangan. “Tidak boleh menggnakan dana cadangan, kalau diperbolehkan kami akan tetap beroperasi. Di Pandeglang banyak SPPG yang menghentikan sementara pasokan MBG,” ujarnya.

Salah seorang warga Kecamatan Majasari, Eneng, mengatakan, sejak hari Senin hingga Selasa (10-11/11) anaknya tidak mendapat jatah MBG dari Posyandu. “Dari kemarin (Senin) sampai sekarang, anak saya tidak mendapatkan MBG. Biasanya sih lancar-lancar saja, entah ini kenapa tidak ada. Infornya dihentikan sementara,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *