Sejak blokade diberlakukan, pasukan AS mengklaim telah mengarahkan 25 kapal komersial Iran untuk kembali ke pelabuhan asal. Insiden Touska disebut sebagai penyitaan pertama dalam operasi tersebut.
Iran langsung bereaksi keras. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyebut aksi AS sebagai “pembajakan maritim bersenjata” dan pelanggaran gencatan senjata. Teheran menyatakan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan “segera merespons” dan membalas dendam.
Insiden ini terjadi di tengah situasi sensitif di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia.
Hingga berita ini diturunkan, kapal Touska berada dalam tahanan AS, sementara investigasi atas muatannya masih berlangsung.
Kedua pihak saling tuding melanggar kesepakatan, sehingga risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah semakin tinggi.***


