Hal itu seakan memberikan dokumentasi operasional bahwa serangan terhadap fasilitas IRGC dilaksanakan dengan tingkat presisi tinggi, sekaligus memperkuat validitas klaim mengenai penghancuran markas besar IRGC oleh AS-Israel.
Intruksi Trump
Operasi militer yang diberi kode ‘Epic Fury’ ini dimulai pada 28 Februari 2026 atas instruksi langsung Presiden Donald Trump.
Pasukan AS dan negara sekutu memulai gelombang serangan tepat pada pukul 01.15 waktu setempat untuk menetralisir aparat keamanan rezim Iran, menjadikan penghancuran markas besar IRGC oleh AS-Israel sebagai elemen kunci dari strategi pertahanan ofensif Washington.
Target prioritas dalam serangan AS ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang dinilai menimbulkan ancaman langsung terhadap kepentingan keamanan regional.
Itu termasuk fasilitas komando dan kendali IRGC, infrastruktur pertahanan udara Iran, serta situs peluncuran rudal balistik dan drone, sehingga penghancuran markas besar IRGC oleh AS-Israel secara efektif melumpuhkan kapasitas operasional militer Teheran.

