KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah resmi membatalkan rencana pembelajaran daring untuk siswa mulai April 2026.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap kualitas pendidikan.
Keputusan ini menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka menjadi prioritas utama. Sekolah daring dianggap berisiko menimbulkan learning loss pada siswa jika diterapkan terlalu lama.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan bahwa pembelajaran daring saat ini tidak mendesak.
Pemerintah ingin memastikan proses belajar tetap efektif dan berkualitas.
Sebelumnya, wacana sekolah daring sempat dipertimbangkan sebagai alternatif efisiensi di tengah melonjaknya harga bahan bakar mentah secara global.
Namun, pemerintah menilai keuntungan tersebut kalah penting dibanding risiko learning loss.
Pemerintah Cegah Learning Loss dengan Batalkan Rencana Sekolah Daring
Menurut Pratikno, pendidikan bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi proses interaksi yang lebih optimal dilakukan secara tatap muka.

