KITAINDONEIASATU.COM-Investor Tiongkok merambah Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten, guna membantu pengembangan pulau tersebut sehingga kebutuhan masyarakatnya terpenuhi. Hal itu terungkap setelah adanya kunjungan delegasi Tiongkok yang akan berinvestasi di Kabupaten Serang yang dijembatani Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengaku bahwa pihaknya telah menerima delegasi dari Tiongkok dalam rangka kerja sama yang akan dilakukan di Kabupaten Serang.
Dalam kunjungan tersebut, kata Bupati Ratu, Presiden Direktur (Presdir) China Investment Association Overseas Investment Union (CIAOIU) Madam Liu Xiongying mengajak pengusaha-pengusaha dari Tiongkok. “Kedatangan delegasi dari Tiongkok diawali audensi dengan Kemendes PDT, kemudian Pak Samsul Widodo Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT membawa Delegasi dari Tiongkok kesini (Pulau Tunda),” ujarnya di Taman Pulau Tunda, akhir pekan lalu.
Ratu berharap Madam Liu beserta pengusaha bersedia berinvestasi di Pulau Tunda, karena banyak kebutuhan yang belum bisa dipenuhi di Pulau Tunda, seperti listrik yang masih terbatas yaitu hanya dapat enam jam sehari. “Permintaan ini sesuai dengan kedatangan delegasi dari pengusaha Tionhgkok yang membidangi kelistrikan yang melihat kondisi rill di Pulau Tunda,” katanya.
Selain kebutuhan listrik yang mendesak, kata Ratu, warga Pulau Tunda yang didominasi nelayan membutuhkan storage place fish atau tempat penyimpanan ikan. Disisi lain banyak pulau-pulau yang belum tersentuh oleh wisatawan. “Warga di sini butuh tempat penyimpanan ikan, karena sebagian besar warga sebagai nelayan. Selain Pulau Tunda, ada beberapa pulau yang belum tersentuh oleh wisatawan. Kami berharap dalam waktu dekat ada kerja sama untuk memajukan Pulau Tunda dan pulau lainnya, terutama untuk pemenuhan kebutuhan listrik,” tuturnya. Sementara itu, Madam Liu Xiongying memastikan akan mempercepat pelaksanaan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang. “Jadi, yang pertama akan dilakukan adalah kerja sama kelistrikan dulu. Selanjutnya akan mulai masuk ke sector pelabuhan dan transportasi dalam waktu terdekat ini,” ujarnya.
Sedangkan Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo mengatakan, Kemendes PDT akan selalu mendukung pengembangan Kabupaten Serang yang notabene wilayah terdekat dari Ibu Kota Republik Indonesia Jakarta. Oleh karena itu, pihaknya mengajak delegasi dari Tiongkok ke Pulau Tunda, karena masih ada isu mengenai listrik. “Jadi, selain hanya dapat jatah 6 jam, yang menikmati baru 10 persen warga Pulau Tunda yang sudah menikmati listrik. Untuk itu, Pemkab Serang dan Pengusaha Tiongkok agar segera mengirim tim survei untuk bisa menghitung semua kebutuhannya, dan sifatnya adalah investasi dan kerja sama,” ujarnya. (*)

