Berita Utama

Bupati Bogor Bertekad Hapus Kemiskinan, Janji Tuntaskan Rutilahu 3 Tahun, Mungkinkah Terwujud?

×

Bupati Bogor Bertekad Hapus Kemiskinan, Janji Tuntaskan Rutilahu 3 Tahun, Mungkinkah Terwujud?

Sebarkan artikel ini
rumah
Ilustrasi rumah tidak layak huni yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera diperbaiki melalui program Rutilahu. (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM– Ribuan keluarga di Kabupaten Bogor masih hidup di rumah yang jauh dari kata layak huni. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor yang langsung merespons dengan gebrakan percepatan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program Rutilahu dalam kurun waktu maksimal tiga tahun. Target ini jauh lebih cepat dibandingkan proyeksi umum yang biasanya membutuhkan waktu hingga lima tahun.

Berdasarkan data, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 14 ribu unit. “Oleh karena itu, kami mengambil langkah percepatan agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk memiliki hunian yang layak,” jelas Rudy, dalam keterangan tertulis, Jumat 26 September 2025.

– 3.750 Unit Diperbaiki Tahun Ini

Dalam APBD Perubahan 2025, Pemkab Bogor telah menyiapkan perbaikan sekitar 3.750 unit rumah. Program tersebut akan tersebar di 40 kecamatan dan 416 desa. Selain itu, pemerintah daerah juga menjalankan program kolaborasi dengan TNI, Polri, hingga pemerintah pusat melalui DPR RI untuk mempercepat penanganan.

“Yang dari APBD murni ada sekitar 3.750 rumah. Selain itu, kami juga memiliki program kolaborasi dengan TNI maupun Polri, tujuannya sama percepatan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat. Bahkan program pusat melalui DPR RI pun tetap terkoordinasi dengan pemerintah daerah, agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” terang Rudy.

– Data Diverifikasi Berlapis

Agar program tepat sasaran, seluruh data penerima bantuan diverifikasi secara berlapis, mulai dari tingkat RT/RW, desa/kelurahan, hingga dihimpun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

Rudy menekankan, verifikasi ketat menjadi kunci untuk memastikan penerima bantuan benar-benar masyarakat yang membutuhkan. “Kami ingin program ini menyentuh mereka yang paling berhak. Tidak boleh ada rumah tangga yang terlewat hanya karena masalah data,” tegasnya.

– Bergantung pada Fiskal Daerah

Lebih lanjut, Bupati Bogor menambahkan bahwa percepatan program Rutilahu akan sangat ditentukan oleh kemampuan fiskal daerah. Namun, ia optimistis target tiga tahun bisa tercapai karena tren pendapatan daerah menunjukkan pertumbuhan positif, seiring stabilnya sektor perdagangan, industri kecil, dan pariwisata.

“Di APBD Perubahan nanti, kita akan prioritaskan anggaran untuk program Rutilahu. Ini bagian dari upaya kami menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Kami tidak ingin mereka menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hunian yang lebih baik,” ucapnya.

– Lebih dari Sekadar Perbaikan Fisik

Program Rutilahu juga tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah. Pemkab Bogor mengintegrasikannya dengan program bantuan sosial serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, rumah layak huni diharapkan menjadi titik tolak bagi kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.

Langkah progresif ini mencerminkan keberpihakan Pemkab Bogor terhadap warga yang paling membutuhkan. Melalui strategi yang tepat dan sinergi antarlembaga, Kabupaten Bogor bertekad menghapus wajah-wajah kemiskinan struktural, satu rumah demi satu rumah. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *