Berita UtamaNews

Bukan Sumur Resapan, Pramono Pilih Cara Lain Hadapi Banjir Jakarta

×

Bukan Sumur Resapan, Pramono Pilih Cara Lain Hadapi Banjir Jakarta

Sebarkan artikel ini
pramono anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan bahwa Pemprov DKI tidak akan menambah pembangunan sumur resapan baru sebagai solusi pengendalian banjir di Ibu Kota.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat (23/1). Ia menekankan bahwa polemik soal sumur resapan tidak perlu lagi diperdebatkan.

“Saya terus terang tidak ingin memperdebatkan soal sumur resapan. Apa pun yang masih bisa dimanfaatkan, ya kita manfaatkan,” kata Pramono.

Menurutnya, Jakarta sudah memiliki ribuan sumur resapan yang dibangun pada periode sebelumnya. Fokus Pemprov kini hanya memaksimalkan fungsi sumur yang sudah ada, tanpa rencana membuka titik baru.

“Sumur resapan kan sudah pernah dibuat. Yang ada kita fungsikan. Tapi sampai hari ini, belum ada rencana membuat sumur resapan baru,” katanya.

Sebagai gantinya, Pramono memilih strategi lain yang dinilai lebih efektif untuk menekan risiko banjir. Dalam jangka pendek, Pemprov DKI akan mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sementara untuk solusi jangka panjang pemerintah akan memaksimalkan normalisasi sungai.

Data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat, sepanjang periode 2019–2024 telah dibangun 29.887 sumur resapan yang tersebar di lima kota administrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Total daya tampung sumur-sumur tersebut mencapai 529 meter kubik air.

Ketua Subkelompok Geologi dan Konservasi Air Baku Dinas SDA DKI Jakarta, Ikhwan Maulani, menjelaskan pembangunan sumur resapan dilakukan secara bertahap. Pada 2019 terdapat 1.316 titik, bertambah 1.658 titik pada 2020, melonjak drastis menjadi 26.349 titik pada 2021, lalu bertambah 382 titik di 2022, 140 titik pada 2023, dan 42 titik sepanjang 2024.

Dinas SDA menegaskan, sumur resapan pada dasarnya merupakan bagian dari upaya konservasi air dan pengelolaan air hujan, dengan harapan mampu menekan limpasan air ke saluran serta mengurangi potensi genangan dan banjir di Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *