KITAINDONESIASATU.COM – Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat kembali diuji dengan aktivitas seismik. Pada Minggu (28/12) pagi, wilayah Kabupaten Agam dan Pasaman diguncang gempa bumi sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan.
BMKG melaporkan gempa bermagnitudo 4,6 dan 4,7 mengguncang sekitar pukul 09.11 WIB, dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 10 km. Guncangan terasa kuat di Bukittinggi, Padang Panjang, hingga Kota Padang, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, data terbaru dari BNPB mencatat total korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir bandang dan longsor di tiga provinsi (Aceh, Sumut, dan Sumbar) kini mencapai 1.140 jiwa.
“Rincian korban jiwa terdiri dari 513 orang di Aceh, 365 di Sumatera Utara, dan 262 di Sumatera Barat. Sebanyak 163 orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 449.000 warga masih bertahan di pengungsian,” kata juru bicara BNPB, Abdul Muhari.
Di sisi lain, pemerintah mulai mengalihkan fokus pada masa transisi darurat ke pemulihan. Kementerian ESDM telah mengirimkan 1.000 unit genset untuk mengatasi pemadaman listrik di 224 desa yang masih terisolasi.
Selain itu, Mensos Saifullah Yusuf mengonfirmasi bantuan stimulan minimal Rp8 juta per KK untuk pemulihan ekonomi dan perbaikan rumah warga terdampak.
