KITAINDONESIASATU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra. Hingga Jumat malam (19/12/2025), jumlah korban meninggal dunia secara kumulatif di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—kini telah mencapai 1.071 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya menyebutkan adanya tambahan tiga jenazah yang ditemukan pada hari ini. Selain korban tewas, tercatat sebanyak 185 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Sementara itu, jumlah warga yang mengalami luka-luka diperkirakan mencapai 7.000 orang, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan di posko kesehatan dan rumah sakit lapangan.
Sejauh ini, rincian korban tewas tersebar di Provinsi Aceh sebanyak 456 jiwa, Sumatera Utara 366 jiwa, dan Sumatera Barat 249 jiwa. Wilayah Kabupaten Agam dan Aceh Utara tetap menjadi titik dengan tingkat fatalitas tertinggi. Meski jumlah pengungsi sedikit menurun menjadi 526.868 jiwa, kebutuhan logistik di tenda-tenda darurat masih menjadi prioritas utama pemerintah.
Saat ini, operasi SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan relawan masih difokuskan pada 15 sektor pencarian, meliputi 4 sektor di Sumatera Utara, 5 sektor di Sumatera Barat, dan 6 kabupaten di Aceh. Tantangan utama petugas di lapangan adalah material lumpur yang mulai mengeras dan cuaca yang masih fluktuatif.
Pemerintah juga mulai mempercepat penyaluran dana bantuan presiden sebesar Rp268 miliar untuk mendukung operasional tanggap darurat di 52 kabupaten/kota terdampak.(*)
