KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Indonesia pada tahun 2025 akan berlangsung selama periode Juni hingga Agustus.
Terkait hal itu, masyarakat diimbau untuk segera melakukan langkah antisipasi terhadap potensi dampak kekeringan, terutama di wilayah-wilayah yang rentan.
Menurut Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, musim kemarau diperkirakan mulai memasuki sebagian besar wilayah Indonesia sejak April 2025, dan akan mencapai intensitas tertingginya pada tiga bulan berikutnya.
“Puncak musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan berlangsung pada bulan Juni hingga Agustus,” ujar Dwikorita dalam laporan resmi BMKG pada Kamis (1/5/2025).
Kondisi Iklim Global dalam Fase Netral
BMKG mencatat bahwa berdasarkan pemantauan suhu permukaan laut pada Maret 2025, fenomena iklim global La Nina di Samudra Pasifik telah melemah dan bergeser ke fase Netral, begitu pula dengan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia yang juga menunjukkan kondisi Netral.
“BMKG memperkirakan ENSO dan IOD akan tetap berada pada fase Netral sepanjang musim kemarau tahun ini,” jelas Dwikorita.
Kemarau 2025 dalam Kondisi Iklim Normal
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa dinamika atmosfer dan laut saat ini menunjukkan bahwa musim kemarau 2025 akan berada dalam kondisi iklim normal, tanpa dominasi kuat dari fenomena El Nino, La Nina, maupun IOD.

