KITAINDONESIASATU.COM – Korban pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa penyandang disabilitas di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata sebanyak 15 orang. Sebelumnya sudah ada 13 orang yang melapor perlakuan tersangka berinisial IWAS.
Demikian disampaikan Ketua Komisi Difabel Daerah (KDD) NTB Joko Jumadi kepada wartawan, Sabtu (7/12/2024). Mereka merupakan perempuan yang pernah berinteraksi dengan IWAS hingga berakhir dengan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku.
“Kami juga sudah terima kembali ada dua korban yang memberikan informasi apa tindakan yang dilakukan saudara AG atau IWAS. Jadi total jadinya ada 15 korban,” katanya.
Dari belasan korban yang sudah melaporkan kasus yang menimpanya ke KDD, Joko menyebut 7 orang korban telah diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda NTB. Mereka telah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik.
Di antara para korban tiga orang masih pelajar SMP. Para korban ini akhirnya berani melaporkan perbuatan bejat pelaku yang berkebutuhan khusus ini ke polisi dan KDD.
IWAS sendiri yang ditemui wartawan membantah telah melakukan pelecehan seksual, apalagi sampai melakukan rudapaksa. Ia menyebut bagaimana mungkin dirinya yang tidak mempunyai tangan sejak lahir melakukan aksi tak terpuji tersebut.
Namun pemilik penginapan di Mataram justru sering melihat IWAS membawa perempuan yang berbeda dengan alasan ada keperluan. Belakangan baru terungkap kalau perempuan itu merupakan korban dari aksi bulus pelaku yang menjalani tahanan rumah hingga kasusnya dinyatakan lengkap oleh Polda NTB. (*)

