KITAINDONESIASATU.COM – Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki catatan cukup impresif hingga pekan ke-19 Super League ini menyandang kekalahan hanya 2 kali, Senin (2/2/2026).
Sayangnya dalam laga selama ini Persebaya lebih banyak mencatatkan pertandingan dengan bermain seri yang mencapai jumlah 8 kali dan jumlah kemenangan pertandingan sebanyak 9 kali dengan produksi gol sebanyak 30 gol dari 19 pertandingan.
Bermodal performa itu semua Persebaya kini berada di papan atas 5 besar Super League dengan mengoleksi 32 poin sama dengan Persita Tangerang dengan poin yang sama hanya selisih gol dari Persebaya.
Dari koleksi poin yang dimiliki Persebaya saat ini Malut United menjadi kompetitor peringkat di atasnya, namun masih memiliki selisih 5 poin dari Persebaya yang bertengger di 4 besar klasemen Super League 2025/2026.
Posisi Persebaya saat ini persis sama dengan posisi Chelsea di Liga Inggris yang berada diperingkat ke-4 klasemen Premier League yang memiliki satu poin dengan pesaing di atas satu peringkat Manchester United dan Liverpool yang berada di bawahnya dengan 39 poin.
Tren positif Persebaya Surabaya menang berturut-turut di empat pertandingan terakhir Super League dipaksa berhenti saat menghadapi lawannya Dewa United di kandang Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya dengan skor 1-1 artinya pada pekan ini Persebaya hanya mendulang 1 poin.
Satu-satunya gol Persebaya diciptakan oleh Francisco Rivera pada menit ke-23 memanfaatkan assist dari Arief Catur Pamungkas, namun tujuh menit berselang, Dewa United berhasil membalas lewat sepakan keras Kafiatur Rizky menit ke-30.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menyebut Persebaya bermain cukup bagus, menekan Dewa United dan menciptakan banyak peluang melalui transisi permainan apik, namun hanya satu gol yang mampu bersarang di gawang Dewa United.
Pemainan delay dari punggawa Dewa United membuat Persebaya frustasi, bahkan lawan kerang membuang-buang waktu yang membuat mental pemain Persebaya menjadi menurun hingga larut dalam ritme permainan lawan.
Bernardo sendiri menyukai permainan anak asuhnya di babak pertama yang memiliki banyak peluang-peluang bagus, Persebaya bermain cepat, memindahkan bola dari sisi ke sisi dengan cepat, transisi menyerang bagus, transisi bertahan juga bagus.
Namun di babak kedua, karena tim lawan terlalu banyak membuang waktu dan mereka bermain dengan satu pemain lebih sedikit, Persebaya justru terlalu lama memindahkan bola.
“Saya pikir kami bisa bermain lebih baik dengan keunggulan satu pemain, tapi ini yang harus kami perbaiki,” ujar Bernardo kepada wartawan di Surabaya.
Pelatih asal Spanyol ini pun mengungkap rasa kecewa dan menyakitkan pasca laga karena kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri dengan dukungan ribuan Bonek yang menurutnya memberikan motivasi yang besar kepada anak asuhnya.
Mantan pelatih PSM Makassar berlisensi UEFA Pro itu mengakui bahwa Dewa United memiliki kedalaman skuat yang cukup baik terbukti meski kehilangan Nick Kuipers sejak menit ke-37 karena diganjar kartu merah oleh wasit, sang lawan tetap mampu mengimbangi permainan Persebaya dan memaksa laga berakhir dengan skor imbang.
Bernardo mengatakan ketidak sukaannya karena bermain di kandang dengan satu pemain lebih banyak, karena ia ingin menang.
“Tapi kami juga harus melihat kualitas tim lawan, mereka punya pilihan pemain di bangku cadangan dan juga pemain-pemain tim nasional Indonesia yang tidak dimainkan, seperti Egy (Maulana Vikri),” tutur Bernardo Tavares. **

