KITAINDONESIASATU.COM– Langit Klapanunggal pada Minggu 10 Agustus 2025 kemarin, berubah menjadi panggung sejarah ketika bendera merah putih berukuran raksasa membentang gagah di Tebing Jeger, Desa Leuwikaret.
Dengan ukuran 50 x 80 meter dan berkibar di ketinggian 100 meter, sang saka ini bukan hanya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera terbesar di Indonesia yang dibentangkan di tebing alam, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Bogor dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025.
Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang menegaskan bahwa merah putih adalah kehormatan seluruh rakyat Indonesia.
“Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada para pejuang bangsa. Merah putih adalah kehormatan seluruh rakyat Indonesia. Kita tempatkan di tempat tertinggi dan terhormat,” ujarnya dengan penuh rasa bangga, Senin 11 Agustus 2025.
Prosesi pembentangan bendera berlangsung khidmat sekaligus meriah. Bendera raksasa itu terbentang sempurna di tebing alami hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bogor, serta berbagai pihak terkait. Penyerahan sertifikat rekor MURI dilakukan di lokasi kegiatan dan diterima oleh perwakilan Pemkab Bogor untuk selanjutnya disampaikan kepada Bupati Bogor.
Rudy menegaskan, pengibaran bendera raksasa ini adalah simbol kebanggaan dan penghormatan Kabupaten Bogor terhadap kemerdekaan Indonesia.
“Saya merasa terhormat bendera terbesar bisa berkibar di Kabupaten Bogor. Dari Klapanunggal untuk Kabupaten Bogor, dari Kabupaten Bogor untuk bangsa Indonesia,” tandasnya.
Acara ini dihadiri perwakilan MURI, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat dan Forkopimcam Klapanunggal, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Ketua FPTI Kabupaten Bogor, serta jajaran Pemkab Bogor. Selain menjadi catatan rekor, pembentangan bendera ini diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme masyarakat di Bumi Tegar Beriman. (Nicko)


