KITAINDONESIASATU.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memperkuat koordinasi dengan Badan Pengelola (BP) BUMN guna mempercepat pembangunan 15.000 rumah bagi warga terdampak bencana.
Dalam pertemuan strategis di penghujung tahun ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menuntaskan target hunian tetap maupun sementara sebelum kalender 2025 berakhir. Langkah cepat ini diambil guna memastikan masyarakat terdampak tidak lagi berada di pengungsian saat memasuki tahun baru.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa seluruh sumber daya perusahaan plat merah telah dimobilisasi secara maksimal. Sinergi ini melibatkan BUMN konstruksi untuk pengerjaan fisik serta BUMN logistik guna memastikan distribusi material bangunan berjalan tanpa hambatan.
Selain rumah, pemulihan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih dan listrik menjadi prioritas yang dikerjakan secara paralel.
Seskab Teddy menekankan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghambat di tengah situasi darurat. Pemerintah pusat terus memantau progres lapangan setiap jam demi memastikan standar kualitas bangunan tetap terjaga meski dalam tempo cepat.
Fokus utama saat ini meliputi wilayah Aceh Tamiang dan beberapa titik di Sumatera yang terdampak paling parah. Kolaborasi solid antara Sekretariat Kabinet dan BP BUMN ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana secara efektif.(*)


