KITAINDONESIASATU.COM – Upaya penanganan darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus dilakukan di tengah bertambahnya jumlah korban. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (10/12/2025) pukul 09.00 WIB, total korban meninggal dunia telah mencapai 969 jiwa.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, korban hilang juga masih tinggi, tercatat sebanyak 262 orang masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan. Total warga yang terdampak di tiga provinsi tersebut mencapai 3,7 juta jiwa, dengan lebih dari 831 ribu jiwa masih harus mengungsi di hampir dua ribu titik pengungsian.
Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu fokus utama dengan 238 korban meninggal. Hari ini, Pemprov Sumbar resmi memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana hingga 22 Desember 2025. Perpanjangan ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pencarian korban dan mempercepat pemulihan infrastruktur dasar yang rusak parah, termasuk 157 ribu lebih rumah dan ratusan jembatan.
Selain dampak banjir dan longsor, pagi dini hari tadi pukul 02.48 WIB, Kabupaten Solok, Sumbar, juga diguncang gempa bumi tektonik Magnitudo 4,7 yang dipicu aktivitas Sesar Sumani. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan signifikan, insiden ini menambah kewaspadaan di wilayah yang rentan bencana. (*)


