KITAINDONESIASATU.COM – Bencana cuaca ekstrem menerjang Afghanistan. Hujan deras disertai salju tebal yang mengguyur sejumlah provinsi selama beberapa hari terakhir menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Sedikitnya 61 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat terjangan cuaca mematikan tersebut.
Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan (ANDMA) mengungkapkan bahwa salju tebal melumpuhkan akses transportasi, khususnya di wilayah pegunungan.
Juru bicara ANDMA, Hafiz Muhammad Yousaf Hamad, menyebutkan dalam pernyataan video yang diunggah di platform X bahwa dalam kurun tiga hari terakhir, puluhan warga menjadi korban, sementara ratusan lainnya terluka akibat kondisi cuaca yang ekstrem.
Sejumlah provinsi terdampak parah, termasuk Kabul, Parwan, Panjshir, Ghazni, dan Nuristan. Jalan-jalan di kawasan perbukitan dilaporkan masih tertutup salju, meski aparat setempat terus berupaya membuka kembali akses dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang terisolasi.
Dampak bencana ini juga menghancurkan ratusan rumah. Sedikitnya 458 unit hunian dilaporkan rusak, baik sebagian maupun total, memaksa sekitar 360 keluarga mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.
Situasi kian genting setelah Jalan Raya Salang—jalur vital yang menghubungkan Afghanistan bagian utara dengan Kabul dan wilayah selatan—hingga kini masih ditutup.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di jalur-jalur yang tertutup salju dan berisiko tinggi. (*)

