Berita UtamaKesehatan

Benarkah Tempe Bisa Ganggu Hormon Pria? Guru Besar IPB Buka Fakta Sebenarnya

×

Benarkah Tempe Bisa Ganggu Hormon Pria? Guru Besar IPB Buka Fakta Sebenarnya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260305 145738
Ilustrasi pria menyantap tempe, pangan fermentasi berbahan kedelai yang mengandung protein, vitamin B12, dan serat. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Isu yang menyebut konsumsi tempe dapat memengaruhi hormon pria kembali diluruskan oleh pakar gizi. Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menegaskan bahwa senyawa dalam tempe memang memiliki kemiripan struktur dengan hormon estrogen, namun tidak memiliki fungsi biologis yang sama di dalam tubuh manusia.

Melalui program IPB Pedia yang tayang di kanal YouTube IPB TV, Prof Ahmad menjelaskan bahwa senyawa yang dimaksud adalah isoflavon, seperti daidzein dan genistein, yang sering disalahartikan sebagai hormon estrogen.

“Sebetulnya itu senyawa yang rumus kimianya mirip estrogen, tetapi tidak sama. Senyawa isoflavon seperti daidzein dan genistein strukturnya memang mirip, tetapi tidak otomatis memiliki fungsi seperti estrogen,” ujarnya, saat dikutip kitaindonesiasatu.com, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, kesalahpahaman di masyarakat kerap muncul karena hanya melihat kemiripan nama atau struktur senyawa tanpa memahami mekanisme biologisnya. Ia menegaskan bahwa fitoestrogen yang berasal dari tumbuhan tidak bekerja seperti hormon estrogen pada manusia.

Prof Ahmad juga menjelaskan bahwa proses fermentasi justru membuat tempe lebih aman dan mudah dicerna. Bahkan, kadar fitoestrogen pada tempe lebih rendah dibandingkan sejumlah produk olahan kedelai lainnya seperti susu kedelai atau suplemen berbasis kedelai.

Fermentasi pada tempe membantu memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, tempe juga kaya nutrisi penting seperti protein, vitamin B12 hasil fermentasi, zat besi, serta serat yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh.

“Tidak ada batasan khusus karena ini bukan food additive. Konsumsinya mengikuti angka kecukupan gizi saja, sesuai kebutuhan protein masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, tempe menjadi pilihan pangan yang sangat baik bagi vegetarian dan vegan karena mengandung vitamin B12 yang umumnya ditemukan pada produk hewani.

Lebih jauh, Prof Ahmad menegaskan bahwa tempe aman dikonsumsi oleh pria. Kandungan gizi yang lengkap menjadikan tempe sebagai salah satu sumber pangan sehat bagi semua kalangan.

“Tempe tidak berbahaya bagi pria. Justru dengan kandungan protein dan gizinya yang lengkap, tempe merupakan pilihan pangan sehat yang dapat dikonsumsi semua kalangan,” ujarnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *