Oleh : Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M.
Rektor INABA Bandung
MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih penting dan mendesak ketimbang pemerintah memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan saat konferensi pers di pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta pada Sabtu (22/3/2025).
“Jadi, kalau ada orang mengatakan kenapa musti kasih makan? Kenapa tidak kasih pekerjaan saja? Tidak akan tercapai untuk mengatasi persoalan [kekurangan gizi] ini [dengan hanya memberikan pekerjaan saja],” kata Rachmat dilansir dari Antara, Senin (24/3/2025).
Pernyataan diatas sangat menarik untuk dicermati karena terkesan sangat pragmatis yang berpotensi akan menjadi polemik di Masyarakat. Pemerintah sudah pasti mempunyai program prioritas jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Dimana semua program tersebut bukan berarti tidak bisa dilakukan perubahan, akan tetapi sudah pasti sangat memungkinkan untuk disesuaikan dengan kondisi kenyataan yang terjadi saat ini khususnya program-program jangka menengah dan jangka panjang.
Kondisi ekonomi di Indonesia saat ini secara kasat mata sedang tidak baik-baik saja, khususnya dalam lapangan pekerjaan yang dibuktikan dengan data, banyaknya Perusahaan atau Industri yang menutup kegiatan operasionalnya sehingga menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan akan berdampak terhadap target pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi serta menimbulkan permasalahan baru yaitu pengangguran yang secara langsung maupun tidak langsung akan dapat mengganggu jalannya pemerintahan baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Pemerintah sebaiknya meninjau kembali terkait program kerja skala prioritas jangka pendek, menengah, maupun panjang. MBG merupakan program kerja yang sangat bagus dengan target jangka panjang. Tidak mungkin dan bisa dipastikan mustahil program MBG yang dilaksanakan saat ini akan secara instan dan cepat dalam waktu pendek merubah anak-anak kita menjadi lebih baik sesuai harapan. Segala sesuatunya pasti memerlukan proses dengan waktu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Jadi, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah??
Sesuai dengan salah satu tujuan dilaksanakan retreat para menteri kabinet merah putih yaitu agar bisa menjalin komunikasi dan sinergi yang baik antar Kementerian dan Instansi, maka sebaiknya program kegiatan MBG bisa di sinergikan dengan program pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terdampak gelombang PHK agar tidak menjadi permasalahan pengangguran yang dapat menyebabkan permasalahan sosial.
Sebagai contoh sinergi kegiatan yang paling mudah dilakukan yaitu memberikan kesempatan kepada Masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat diberikan akses untuk menjadi pemasok program MBG. Hal ini akan sangat membantu kepada Masyarakat yang terdampak PHK.
Sudah pasti, pembukaan lapangan pekerjaan saat ini sangat diperlukan dan menjadi skala prioritas utama jangka pendek, menengah, dan panjang tanpa mengesampingkan program unggulan MBG untuk mencapai Indonesia Emas 2045 yang sudah pasti merupakan program jangka panjang, tidak cukup hanya program 5 tahun pemerintah saat ini mengingat masih 20 tahun akan datang menuju tahun 2045.

