Berita UtamaNews

Belanja Negara Meningkat 15,3%, APBN Defisit Rp401,8 Triliun

×

Belanja Negara Meningkat 15,3%, APBN Defisit Rp401,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 15
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Dirjen Kekayaan Negara-Kemenkeu)

KITAINDONESIASATU.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga November 2024 mengalami defisit sebesar Rp401,8 triliun.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Angka ini setara dengan 1,81% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meski defisit, nilai tersebut masih di bawah target yang ditetapkan dalam UU APBN sebesar Rp522,8 triliun.

“Defisit Rp401,8 triliun ini masih berada di bawah batas maksimal Rp522,8 triliun seperti yang tercantum dalam undang-undang,” ujar Sri Mulyani.

Defisit tersebut menunjukkan bahwa pendapatan negara lebih kecil daripada total belanja pemerintah.

Meski demikian, keseimbangan primer masih menunjukkan surplus sebesar Rp47,1 triliun.

Hingga November 2024, pendapatan negara berhasil mencapai Rp2.492,7 triliun, meningkat 1,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Pendapatan ini berasal dari pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan sudah mencapai 89% dari target APBN 2024.

“Realisasi pendapatan ini menunjukkan kenaikan 1,3% dibanding tahun lalu, yang artinya 89% dari target tahunan sudah tercapai,” jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, belanja negara telah mencapai Rp2.894,5 triliun, mengalami peningkatan signifikan sebesar 15,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi ini mencapai 87% dari pagu anggaran yang mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L), belanja non-K/L, serta transfer ke daerah.

“Kenaikan belanja negara tahun ini cukup tajam, sebesar 15,3% dibandingkan tahun lalu, dan ini tercermin dalam struktur anggaran,” tambahnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *