KITAINDONESIASATU.COM – Selain kekayaan budaya dan cita rasa kuliner, kota Yogyakarta menawarkan berbagai pilihan tempat belanja, salah satunya adalah Pasar Beringharjo.
Berlokasi di Kawasan Malioboro, tepatnya di Desa Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, pasar ini telah menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal selama berabad-abad.
Lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli, pasar ini juga memiliki nilai historis dan filosofis bagi masyarakat setempat serta wisatawan.
Sebagai salah satu ikon perekonomian Yogyakarta, Pasar Beringharjo selalu dipadati oleh penduduk lokal maupun wisatawan.
Tempat ini terbagi ke dalam beberapa zona yang menawarkan beragam produk, mulai dari makanan tradisional, barang antik, pakaian, hingga rempah-rempah.
Pengunjung dapat berbelanja dengan harga terjangkau, terutama jika pandai menawar. Suasana khas pasar tradisional yang ramai dan nuansa pedesaan yang kental memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi wisatawan.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pasar ini secara menyeluruh, pendampingan oleh pemandu lokal dapat menjadi pilihan agar lebih efisien. Karena ukurannya yang luas dan keramaiannya, pengunjung pertama kali bisa merasa sedikit kewalahan.
Di bagian depan dan belakang pasar, terdapat banyak penjual makanan dan jajanan tradisional seperti nagasari, bakpia, brem, ting-ting, kopi, jahe, teh, serta wedang ronde. Kemudian, pada lantai dua di bagian timur, terdapat area khusus yang menjual berbagai jenis rempah-rempah yang sering digunakan dalam pembuatan jamu.
Selain itu, Pasar Beringharjo terkenal sebagai pusat belanja batik dengan harga yang lebih terjangkau dibanding tempat lain.
Berbagai produk batik seperti sarung, blangkon, dan surjan tersedia di sini.
Sementara itu, di lantai tiga bagian timur, pengunjung bisa menemukan koleksi barang antik. Namun, harga barang-barang ini relatif lebih mahal, sehingga wisatawan perlu menyiapkan anggaran lebih jika ingin membelinya.
Karena kepadatan pasar, pengunjung disarankan untuk berhati-hati saat berkeliling.
Suasana di dalam pasar juga bisa terasa panas, terutama pada siang hari, sehingga lebih baik mengenakan pakaian yang nyaman dan membawa air minum.
Bagi wisatawan dari luar Yogyakarta, penerbangan menuju Bandara Adisucipto adalah pilihan utama.
Misalnya, perjalanan udara dari Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) ke Yogyakarta memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit.
Setelah tiba, wisatawan bisa menuju Kecamatan Gondomanan, tempat Pasar Beringharjo berada.
Dengan menggunakan angkutan umum dan melewati Jalan Raya Solo – Yogyakarta dan Jalan Laksda Adisucipto, perjalanan sekitar 9,3 km ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 25 menit.
Pasar Beringharjo menawarkan pengalaman belanja yang lengkap, mulai dari kuliner tradisional, pakaian khas, hingga koleksi barang antik.
Dengan keberagaman yang dimilikinya, pasar ini menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Yogyakarta.-***

