KITAINDONESIASATU.COM – Avatar kembali mengamuk di bioskop Indonesia. Sejak resmi tayang perdana pada Rabu (17/12), film terbaru garapan James Cameron, Avatar: Fire and Ash, langsung melesat dan sukses menembus angka fantastis satu juta penonton hanya dalam hitungan hari.
Berdasarkan estimasi data Cinepoint, capaian satu juta penonton diraih pada hari ketiga penayangan, tepatnya Jumat (19/12). Prestasi ini mengukuhkan Avatar: Fire and Ash sebagai film impor ke-14 yang berhasil menembus angka sejuta penonton di jaringan bioskop tanah air.
Sebelumnya, rekor film impor ke-13 yang mencapai satu juta penonton di Indonesia dipegang oleh Zootopia 2. Hingga kini, Avatar: Fire and Ash juga masih mendominasi jumlah layar dan jadwal tayang. Pada Sabtu (20/12), film ini tercatat menguasai hingga 4.630 showtime di berbagai jaringan bioskop, menurut data Cinepoint.
Dari sisi cerita, Avatar: Fire and Ash melanjutkan kisah beberapa pekan setelah peristiwa Avatar: The Way of Water (2022). Keluarga Sully masih bertahan hidup bersama klan Metkayina di Pandora, berusaha menata ulang kehidupan mereka setelah kehilangan Neteyam dalam pertempuran berdarah.
Jake, Neytiri, Lo’ak, Tuk, Spider, dan Kiri menghadapi duka mendalam dengan cara masing-masing. Namun di tengah luka emosional itu, keberadaan Spider justru mulai dipandang sebagai ancaman yang berpotensi membahayakan keselamatan keluarga Sully.
Petualangan pun memasuki fase baru saat Jake dan keluarganya bertemu klan Tlalim, kelompok Na’vi yang dikenal sebagai Wind Traders atau para pengembara langit. Keputusan membawa Spider kembali ke High Camp menjadi pemicu rangkaian peristiwa besar yang mengubah nasib mereka.
Ancaman semakin nyata ketika perjalanan mereka dihadang klan Mangkwan, atau yang dijuluki Ash People. Dipimpin Varang, kelompok Na’vi ini terbentuk dari puing-puing tragedi letusan gunung berapi yang menghancurkan tanah kelahiran mereka. Rasa kehilangan membuat Ash People menyalahkan Eywa atas penderitaan yang dialami.
Di saat bersamaan, RDA (Resources Development Administration)—pihak yang bertanggungjawab atas perang yang merenggut nyawa Neteyam—kembali menyusun rencana serangan baru. Konflik lama pun siap kembali membara.
Dengan pencapaian penonton yang meroket dan kisah yang semakin gelap serta emosional, Avatar: Fire and Ash membuktikan diri sebagai tontonan spektakuler yang kembali mengguncang layar bioskop Indonesia. (*)

