Berita Utama

Bantuan Belum Merata, Minimarket di Sibolga dan Tapteng Jadi Sasaran Penjarahan

×

Bantuan Belum Merata, Minimarket di Sibolga dan Tapteng Jadi Sasaran Penjarahan

Sebarkan artikel ini
market
minimarket di sibolga jadi sasaran penjarahan warga yang terkena bencana banjir dan longsor. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kondisi darurat pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Sibolga, Sumatera Utara, memburuk drastis. Keterlambatan dan ketidakmerataan distribusi bantuan logistik memicu aksi nekat penjarahan minimarket oleh puluhan warga.

Video aksi penjarahan ini viral di media sosial, hari kelima setelah bencana melanda. Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga, termasuk anak-anak, berebut masuk ke minimarket di wilayah Sarudik, Tapteng dan Sibolga. Mereka membawa keluar berbagai kebutuhan pokok.

Mendapati tempat kerjanya dijarah, karyawan minimarket tersebut hanya bisa pasrah dan menangis. Mereka tidak mampu berbuat banyak karena warga yang datang jumlahnya ratusan orang. Warga mengambil semua barang yang ada di minimarket.

Seorang warga, Agam, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banyak daerah yang masih terisolir dan belum tersentuh bantuan. “Kami, terutama di kompleks aku tinggal, berjuang sendiri mencari pasokan makanan dan air bersih. Tak ada informasi apapun soal bantuan logistik itu,” kata Agam.

Akses darat yang terputus total menjadi kendala utama penyaluran bantuan. Kondisi ini menciptakan kelangkaan bahan pokok yang ekstrem, mendorong masyarakat yang putus asa untuk mengambil jalan pintas. Selain pasokan pangan, warga juga mengeluhkan minimnya penanganan medis.

Pihak kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merespons insiden ini, mengakui sulitnya distribusi karena kondisi geografis dan infrastruktur yang rusak.

Pemerintah daerah didesak untuk segera memastikan bantuan logistik menjangkau seluruh korban secara merata demi mencegah kekacauan dan meningkatnya angka kriminalitas. Status tanggap darurat telah ditetapkan, namun kebutuhan mendesak masyarakat harus segera dipenuhi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *