KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini alasan dari pemerintah menghentikan penyaluran bansos beras 10 kg pada Februari 2025 atau selama panen raya.
Pemerintah memutuskan untuk menangguhkan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram selama masa panen raya.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga gabah dan memastikan serapan beras petani oleh Perum Bulog berjalan dengan optimal.
Selama panen raya, pasokan beras melimpah, dan jika beras dari Bulog terus disalurkan ke masyarakat, dikhawatirkan harga gabah petani akan mengalami penurunan. Hal ini bisa merugikan petani yang sedang menjual hasil panennya.
Oleh karena itu, penyaluran bansos beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sementara dihentikan untuk menghindari gangguan pasar.
Menurut pemerintah, jika beras Bulog dikeluarkan dalam jumlah besar pada saat panen, maka beras tersebut bisa dibeli dengan harga rendah dan kemudian masuk lagi ke Bulog. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan, baik bagi petani maupun pasar beras secara keseluruhan.
Penyaluran bansos beras diperkirakan akan kembali dilanjutkan setelah panen raya berakhir, sekitar bulan April.
Penghentian sementara ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi stabilitas harga gabah dan untuk membantu penyerapan hasil panen petani dengan harga yang wajar, yakni sekitar Rp6.500 per kilogram.
Pemerintah juga memastikan bahwa stok beras Bulog yang ada saat ini akan dikeluarkan jika dibutuhkan, terutama jika terjadi lonjakan harga atau situasi yang membutuhkan intervensi pasar.
Namun, jika harga beras di pasaran sudah stabil, maka stok beras tersebut akan ditahan untuk menjaga keseimbangan pasokan.
Keputusan ini juga dianggap sebagai bagian dari upaya untuk mendukung kesejahteraan petani dengan menjaga harga gabah tetap stabil, terutama di tengah periode panen raya yang sedang berlangsung.
Cara Mengecek Status Penerimaan Bansos Beras 10 Kg

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah mereka termasuk dalam daftar penerima bansos beras 10 kg, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Melalui Website Kemensos
Pengguna dapat mengunjungi situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id dan masukkan data yang diminta.
- Menggunakan Aplikasi
Aplikasi “Cek Bansos” dapat diunduh melalui Google Play Store, lalu login menggunakan data diri yang valid.
- Melalui Pemerintah Desa
Warga juga bisa langsung datang ke kantor desa atau kelurahan setempat untuk menanyakan status penerimaan bansos.
Dengan adanya program bansos beras 10 kg ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.(*)


