Berita UtamaNews

Banjir Rob, BPBD Imbau Warga di Pesisir Utara Jakarta Selalu Waspada dan Siapkan Perlengkapan Darurat

×

Banjir Rob, BPBD Imbau Warga di Pesisir Utara Jakarta Selalu Waspada dan Siapkan Perlengkapan Darurat

Sebarkan artikel ini
banjir rob
Dok. Banjir rob rendam perumahan di Jakut. (Foto: Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tingkat risiko banjir rob yang tinggi akan berlangsung hingga periode 20 Desember 2024 mendatang. 

Isnawa Adji, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh warga di pesisir Utara Jakarta untuk selalu waspada dan siap dengan perlengkapan darurat.

Ia juga meminta warga untuk terus memantau informasi cuaca terkini termasuk peringatan dini rob di media resmi BPBD DKI Jakarta atau BMKG.

“Kami sudah menyiagakan perahu PE (perahu sekoci), perahu karet, serta perlengkapan dan personil BPBD DKI Jakarta untuk terus siaga di lokasi dari sebelum air meluap sampai air kering. Supaya pada saat warga butuh dievakuasi, kami sudah siap,” ujar Isnawa dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (17/12/2024).

Baca Juga  Prediksi Cuaca Banten 16 Januari 2025, Hujan Ringan dan Langit Berawan

Ia mengatakan, BPBD DKI Jakarta akan terus memperbaharui informasi secara berkala melalui media resmi seperti website maupun media sosial. Sebab, faktor cuaca dan pasang surut air laut saat ini sangat dinamis.

“Kepada seluruh warga, kami imbau untuk menyiapkan tas siaga bencana. Apabila terjadi keadaan bencana atau darurat, segera hubungi call center Jakarta Siaga 112,” imbuhnya.

Diketahui, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menginstruksikan kepada seluruh jajaran BPBD Provinsi DKI Jakarta untuk bergerak cepat menangani banjir rob yang terjadi di kawasan pesisir utara, terutama di Kota Tua, Muara Angke, Pluit, Ancol dan sekitarnya.

Baca Juga  Banjir Rob Masih jadi Ancaman Warga Kurau Tanah Laut

Sebelumnya Isnawa mengatakan bahwa selain disebabkan pasang air laut, banjir rob juga diperburuk oleh faktor penurunan tanah (land subsidence), serta perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *