KITAINDONESIASATU.COM – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur ibu kota sejak dini hari hingga sore hari menyebabkan wilayah terdampak banjir di Jakarta meluas secara signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Kamis (22/1), tercatat sebanyak 80 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan utama terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat menjadi area yang paling terdampak. Di beberapa titik, seperti di Kelurahan Cawang dan Kampung Melayu, ketinggian air dilaporkan mencapai 60 hingga 100 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.
Sementara itu, genangan di 23 ruas jalan protokol mengakibatkan kemacetan parah dan membuat sejumlah kendaraan roda dua mogok saat mencoba menerjang air. Ini terlihat di Jalan Daan Mogot sebelah kiri dan kanan terendam hingga 40 Cm.
Akibatnya, banyak kendaraan roda dua yang mogok karena memaksakan diri jalan di tengah banjir. Bengkel motor yang ada di sekitar kawasan Daan Mogot pun kebanjiran order untuk menghidupkan mesin motor yang mati akibat terendam air.
“Kami telah mengerahkan ratusan personel TRC (Tim Reaksi Cepat) ke lokasi-lokasi rawan untuk membantu penyedotan air menggunakan pompa stasioner dan mobile,” ujar Kapusdatin BPBD DKI, Mohammad Yohan dalam keterangan resminya.
Selain faktor hujan lokal, status siaga di beberapa pintu air juga berkontribusi pada lambatnya surutnya genangan di wilayah dataran rendah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi hingga malam hari.
Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dishub juga disiagakan di titik-titik genangan jalan guna mengatur lalu lintas dan memastikan tali-tali air tidak tersumbat sampah.(*)

