Berita Utama

Arus Balik Lebaran 2026, PT KAI Angkut 4,7 Juta Penumpang!

×

Arus Balik Lebaran 2026, PT KAI Angkut 4,7 Juta Penumpang!

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 03 28 at 15.05.25
Aktifitas di Stasiun Gambir saat Lebaran 2026. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Layanan kereta api pada masa arus balik Lebaran 2026 mencatatkan sejarah baru. Jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi berbasis rel ini dilaporkan menembus rekor tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap angkutan massal. Total PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 4,7 juta penumpang arus balik Lebaran 2026.

Peningkatan signifikan ini terlihat dari keterisian kursi yang mencapai hampir 100 persen di seluruh rangkaian kereta api jarak jauh, terutama menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. PT KAI melaporkan bahwa efisiensi waktu dan ketepatan jadwal menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke kereta api untuk menghindari kemacetan di jalan tol.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Sabtu 28 Maret 2026 mengungkapkan, tren pergerakan pelanggan mencerminkan perubahan pola perjalanan yang lebih fleksibel.

Hingga 28 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, penjualan tiket KA antarkota dan lokal tercatat mencapai 4.711.428 tiket atau setara 104,7 persen dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk.

Dari total tersebut, KA Jarak Jauh mendominasi dengan 3.978.211 pelanggan atau 111,4 persen dari kapasitas 3.571.760 kursi. Sementara KA Lokal melayani 733.217 pelanggan atau 79,1 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.

Secara kumulatif, sepanjang periode 11-27 Maret 2026, KAI telah mengangkut 3.944.437 pelanggan. Jumlah ini terdiri dari 3.299.836 pelanggan KA jarak jauh dan 644.601 pelanggan KA lokal.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang luar biasa ini, otoritas perkeretaapian telah mengoperasikan sejumlah kereta tambahan serta memperpendek interval keberangkatan. Langkah ini terbukti efektif dalam mengurai penumpukan calon penumpang di stasiun-stasiun keberangkatan utama di Jawa dan Sumatra.

Masyarakat mengapresiasi capaian ini dan menilai bahwa rekor baru ini merupakan hasil dari perbaikan infrastruktur serta digitalisasi sistem pemesanan tiket yang semakin memudahkan akses publik.

“Kenyamanan di dalam gerbong serta fasilitas pendukung di stasiun yang terus diperbarui juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik,” kata Salam, asal Tangerang yang pulang bersama istri dan dua anaknya naik kereta ke Solo, Jawa Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *