KITAINDONESIASATU.COM – Arema FC bakal memulai debutnya pada laga pekan ke-26 Super League menjamu Malut United di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang, 3 April 2026.
Arema FC yang kini berada diperingkat ke-11 dengan mengantongi 31 poin akan menghadapi tim papan atas Malut United dengan perolehan skor 45 poin, menjadi laga krusial yang harus di jalani.
Di jeda kompetisi Super League musim ini suasana hangat Lebaran masih terasa saat di antara para pemain Arema FC kembali berkumpul di Lapangan Dreams Football Pitch, Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (24/3/2026) sore yang saling bersalam-salaman.
Usai menikmati libur, tim mempersiapkan diri bukan hanya untuk melanjutkan kompetisi, tetapi juga untuk bangkit dari keterpurukan Arema ditiga laga terakhirnya kehilangan 9 poin.
Oleh karena dalam laga ini Singo Edan diharapkan menuju kebangkitan dari kekalahan berturut-turut sebanyak 3 kali kalah dari Broneo FC 3-1, Bali United 3-4 dan Bhayangkara 2-1.
Sebagai titik awal kebersamaan yang baru intensitas latihan perlahan dinaikkan, menandai kembalinya fokus tim ke lapangan.
“Sekarang kami kembali fokus untuk pertandingan berikutnya. Target kami jelas, membawa Arema FC ke posisi yang lebih baik,” ujar pelatih Arema FC Marcos Santos.
Apalagi secara umum, kondisi tim cukup menggembirakan. Dari total skuat, hampir seluruh pemain sudah kembali mengikuti latihan. Sebanyak 33 pemain hadir, termasuk seluruh pemain asing.
Bahkan, dua pemain yang tengah menjalani pemulihan cedera, Walisson Maia dan Valdeci Moreira, tetap hadir meski menjalani latihan terpisah.
Hanya dua nama yang belum tampak dalam sesi tersebut. Achmad Maulana masih menjalani pemulihan cedera di luar kota, sementara Arkhan Fikri belum bergabung.
Meski kondisi fisik relatif terjaga, tantangan lain mulai muncul. Beberapa pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah jeda panjang.
Selain itu, Arema FC juga dipastikan tidak bisa menurunkan lima pemain dalam laga terdekat, sebuah situasi yang menuntut kecermatan dalam meracik strategi.
Bagi Marcos Santos, situasi tersebut bukan alasan untuk menurunkan standar. Dia justru melihatnya sebagai bagian dari proses membangun tim yang lebih tangguh.
“Kami tahu situasinya tidak mudah. Kami harus mulai fokus memikirkan pertandingan berikutnya,” pungkas pelatih asal Brasil itu. **


