KITAINDONESIASATU.COM – Calon Bupati Purwakarta Petahana Anne Ratna Mustika mengungkapkan periode awal masa pemerintahannya ada gerakan politik yang hendak membentuknya sebagai “Bupati Boneka”.
“Kelompok itu meminta saya duduk manis dan jalan jalan keluar negeri saja, gak usah mengurusi pengelolaan APBD,” ujar Anne dihadapan ratusan mantan Kades dan Lurah se-Purwakarta yang tergabung dalam Komunitas Purna Kepala Desa Seluruh Indonesia (Kompakdesi) Kabupaten Purwakarta, Minggu (17/11/2024) sore.
Anne mengaku heran dengan munculnya gerakan agar dirinya “diam” saat ia tahu tata kelola keuangan dan pemerintahan di Pemkab Purwakarta semrawut. “Jujur saja, seminggu saya memimpin Purwakarta gak bisa tidur mikirin orang orang yang menyuruh saya diam. Akhirnya saya mendapat jawaban untuk mereka yang mencitrakan saya “Bupati Boneka”.
” Oh sorry ya. Saya lawan. Saya bilang gak bisa gitu, karena saya bupatinya berarti semuanya jadi urusan dan tanggung jawab saya,” tegas Anne.
Anne langsung bergerak mengumpulkan orang orang dipemerintahannya yang sejalan untuk membangun Purwakarta.
“Sekalipun dalam perjalanannnya banyak rintangannya, sakit hati dll, saya keep dan menyimpannya dalam dalam. Saya sadar ini bagian dari penjuangan kepala daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut mantan istri Dedi Mulyadi yang kini menyalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat, mengungkapkan dirinya memperhatikan betul alokasi dana desa (ADD) karena menyangkut pembangunan di desa.

