KITAINDONESIASATU.COM – Petugas pemadam kebakaran di sekitar Los Angeles menghadapi tantangan besar saat angin kencang kembali berpotensi memperburuk kebakaran hutan dahsyat yang telah menewaskan setidaknya 24 orang. Demikian dilaporkan The Guardian pada Senin, 13 Januari 2025.
Angin Santa Ana, yang sering disalahkan atas kobaran api besar, kini menjadi perhatian utama karena mampu memperparah situasi di wilayah yang sudah dilanda kekeringan.
Badan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan tentang kondisi berbahaya, dengan kecepatan angin diperkirakan mencapai 40 mph (64 km/jam) di dataran rendah dan hingga 70 mph (113 km/jam) di pegunungan. Peringatan ini berlaku hingga Rabu.
Kepala pemadam kebakaran Los Angeles, Kristin Crowley, menegaskan bahwa situasi belum sepenuhnya aman dan mendesak warga untuk membuat rencana evakuasi.
Untuk mendukung upaya ini, 70 truk air tambahan dan ratusan pasukan Garda Nasional telah dikerahkan.
Petugas pemadam kebakaran juga berhasil membuat penahanan di sekitar area kebakaran utama, memberikan sedikit kemajuan dalam upaya mereka.
Meski demikian, jumlah korban tewas terus bertambah. Tercatat 16 korban berasal dari kebakaran Eaton dekat Pasadena dan 8 dari kebakaran Palisades di wilayah pesisir.
Jumlah korban diperkirakan meningkat karena upaya pencarian korban masih berlangsung.
Selain korban tewas, setidaknya 23 orang dinyatakan hilang, dan pihak berwenang mengantisipasi lebih banyak penemuan jenazah.
Penjarahan juga menjadi masalah. Beberapa tersangka ditangkap, termasuk dua orang yang menyamar sebagai petugas pemadam kebakaran.
Gubernur California, Gavin Newsom, menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah penjarahan.
Sementara itu, Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, fokus pada kesiapan menghadapi angin kencang mendatang dan menyatakan evaluasi lebih lanjut akan dilakukan setelah krisis berlalu.
Hingga kini, kebakaran telah menghanguskan lebih dari 62 mil persegi (160 km persegi), termasuk 59 mil persegi dari kebakaran Eaton dan Palisades. Dampak ekonominya diperkirakan mencapai $150 miliar, menjadikannya salah satu kebakaran paling mahal di Amerika Serikat.- ***
Sumber: The Guardian

