“Para pelaku mengaku aksi itu dibuat hanya untuk bercandaan dan konten iseng setelah melihat tren serupa di media sosial. Mereka mengaku tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan bagi warga sekitar,” ungkap Mujahid saat dikonfirmasi, Rabu 27 Mei 2026.
Ia pun meluruskan informasi yang sempat simpang siur di masyarakat.
Banyak yang percaya bahwa sosok pocong tersebut membawa senjata tajam jenis parang.
“Video yang sempat beredar bukanlah video pocong membawa parang seperti yang ramai diperbincangkan masyarakat. Itu hanya asumsi warga saja,” tegasnya.
Di hadapan petugas kepolisian dan didampingi orang tua masing-masing, kelima remaja itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh warga Tlogowungu.
Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa yang dapat meresahkan lingkungan.
Mengingat status mereka yang masih di bawah umur, polisi tidak melakukan penahanan, melainkan memberikan pembinaan dan pendekatan edukatif bersama orang tua.

