Berita Utama

Aksi Pengeroyokan Terhadap Anak SMA di Kediri Berakhir Kematian Membuat Keprihatinan Netizen

×

Aksi Pengeroyokan Terhadap Anak SMA di Kediri Berakhir Kematian Membuat Keprihatinan Netizen

Sebarkan artikel ini
korban pengeroyokan
Korban aksi pengeroyokan di Kediri atas nama Moh Hidris Rayyan akhirnya meninggal dunia setelah dirawat 24 jam. foto: tangkapan lahar/ istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kekerasan jalanan dengan melakukan pengeroyokan terhadap pelajar SMA di Jalan Raya Pagu, Senin, 24 Maret 2023 akhirnya berujung kematian.

Aksi pengeroyokan pada dini hari pukul 01:00 WIB dilakukan oleh kelompok pemuda tak dikenal terhadap tiga remaja yang lain yakni Zaki Amani, Hendra Reza dan Moh Hidris Rayyan pelajar SMA 1 Pare.

Akibat pengeroyokan itu ketiganya mengalami luka-luka berat hingga dirawat di RSUD Simpang Gumul Kabupaten Kediri, bahkan kabar terbaru salah satu korban atas nama Moh Hidris Rayyan pelajar kelas XI ini meninggal dunia dan dua pelajar lain di rawat di RS Pelem Pare.

Jadwal Acara MNCTV Rabu, 26 Maret 2025: ada Petualangan Fantastis Kiko dan Cinta di Balik Awan

Kabar meninggalnya Rayyan membuat duka mendalam dari keluarga hingga kerabat dekat dan keluarga besar SMA 1 Pare, hingga mendapat sorotan dari para netizen.

Salah satunya dari ungahan akun facebook, Bambang Rukminto yang mengaku korban sebagai keponakannya ini mengungkap kronologi peristiwa pengeroyokan itu.

Disebutkan kronologinya peristiwa terjadi saat itu Rayyan berboncengan naik sepeda motor bersama teman-temannya main akan pulang ke Pare dari Simpang 5 Gumul sekitar sekitara 00.30 WIB.

Di tengah jalan arah kecamatan Pagu tiba-tiba berpas-pasan dengan gerombolan anak-anak muda membawa senjata tajam yang kemudian berbalik arah mengejar Rayyan dan kawan-kawannya.

Acara Trans 7 Rabu, 26 Maret 2025: ada Movievaganza Spesial Surga yang Tak Dirindukan

Karena panik salah satu sepeda motor terjatuh yang dikendarai Rayyan yang ikut jatuh dari boncengan temannya itu.

Sementara teman-temannya berhasil melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran gerombolan.

Setelah jatuh, anak yatim yang bapaknya meninggal 12 tahun silam itu bersama 2 orang temannya dihajar gerombolan anak-anak muda tersebut.

“Naas bagi Rayyan yang memakai helm bertuliskan PN, yang mungkin dikira siswa perguruan silat Pagar Nusa dikeroyok,” tulis Bambang dalam unggahannya.

Baru kemudian setelah gerombolan pergi, kawan-kawan korban yang bersembunyi kembali menemukan Rayyan yang sedang terkapar tak sadarkan diri.

Acara Indosiar Rabu, 26 Maret 2025: Kisah Nyata Antara Ramadan hingga Mega Film Asia The Bodyguard from Beijing

Darah mengucur dari telinga dan hidungnya, hingga kemudian dibawa ke RS terdekat, dengan kondisinya masih kritis.

“Kediri, kota kecil di Jawa Timur yang dinobatkan Setara Institute sebagai Paling Toleran di 2021 ternyata menyimpan problem di dalamnya. Konflik antar anggota perguruan silat seringkali terjadi dan menimbulkan korban jiwa,” jelas Bambang dalam ungghannya itu.

Kini kabar terbaru salah satu dari korban pengeroyokan atas nama Moh Hidris Rayyan meninggal dunia, sebelumnya korban mengalami luka lecet pada lutut kanan kiri, tangan, pelipis, hingga telinga kanan mengeluarkan darah dan tak sadarkan diri.

Acara SCTV Rabu, 26 Maret 2025: ada Para Pencari Tuhan Jilid 18 dan Cinta Diujung Sajadah

“Innalillahi wainnnailaihi rojiun. Setelah bertahan 24 jam, ananda Hiffril Rayyan Putra korban pengeroyokan GEROMBOLAN tak dikenal meninggal dunia,” tulis Bambang dalam unggahan berikutnya, Rabu (26/3/2025).

Terkait kasus ini Bambang juga meminta kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito agar memperhatikan kasus kekerasan terhadap remaja yang diduga melibatkan kelompok perguran silat di Kediri, sehingga peristiwa seperti di atas tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *