KITAINDONESIASATU.COM– Di antara hiruk-pikuknya Kota Bogor, tersembunyi sebuah permata yang menyatukan harmoni alam, budaya, dan inovasi: Kampung Tematik Agro Eduwisata Organik Mulyaharja (AEWO).
Dikenal sebagai “Surga Tersisa”, AEWO menawarkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dengan edukasi pertanian organik, menjadikannya destinasi unggulan yang mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Pada Kamis, 17 April 2025, AEWO menjadi saksi panen raya padi yang melibatkan berbagai tokoh penting, termasuk Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Utusan Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.
Panen ini bukan hanya simbol hasil pertanian, tetapi juga representasi dari sinergi lintas sektor yang mendukung pertanian organik, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Zita Anjani menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata, menyatakan bahwa panen raya ini adalah bentuk kerja sama, semangat, dan kolaborasi semua pihak.
Konsep agro eduwisata organik ini luar biasa, kombinasi antara pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, serta kolaborasi antara pusat, daerah, warga sekitar, dan para petani.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan lahan pertanian yang produktif di tengah kota.
Ia menambahkan bahwa AEWO tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pusat pariwisata yang mengubah kebiasaan bisnis hospitality, menjual ke masyarakat dalam konteks pariwisata.
Sementara itu, Bima Arya, yang juga merupakan Wali Kota Bogor periode 2014–2024, mengapresiasi pengembangan AEWO sebagai contoh potensi lokal yang bersinergi dengan program nasional.
Ia menekankan bahwa AEWO menggambarkan sinergi dan kolaborasi antara unsur pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.


