Berita UtamaLifestyle

95 Persen Warga Bogor Kurang Gerak, Yantie Rachim Ingatkan Ancaman pada Jantung

×

95 Persen Warga Bogor Kurang Gerak, Yantie Rachim Ingatkan Ancaman pada Jantung

Sebarkan artikel ini
IMG 20251130 WA0016 scaled
Suasana kegiatan Bugar Bersama dan Bincang Sehat PIM Bogor yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah meningkatnya risiko penyakit tidak menular akibat pola makan dan gaya hidup modern, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, kembali menegaskan pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat sebagai benteng utama pencegahan penyakit jantung.

Seruan tersebut ia sampaikan usai menghadiri kegiatan Bugar Bersama dan Bincang Sehat tentang Jantung bersama Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Bogor yang digelar di Halaman salah satu Hotel & Resort, Jalan Bogor Nirwana Residence, Sabtu 29 November 2025, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Yantie menyoroti peran olahraga sebagai elemen penting menjaga kesehatan jantung, terlebih di tengah pola makan masyarakat yang kini semakin beragam dan kerap tidak seimbang.

Ia mengungkapkan, hasil penelitian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa 35 persen hasil pemeriksaan mengungkapkan 95 persen warga Kota Bogor kurang bergerak.

“Olahraga itu penting sekali untuk kesehatan jantung juga untuk kesehatan tubuh kita ya. Di sini kita berbicara soal jantung, kita ini semakin tua makanannya semakin banyak. Segala macam makanan dimakan ya, seperti tepung, gorengan, dan yang berlemak,” ucapnya.

Menurutnya, kombinasi antara pola makan yang tidak teratur dan aktivitas fisik yang minim dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menyeimbangkan asupan makanan dengan aktivitas bergerak yang cukup.“Itu yang menyebabkan ada sesuatu di jantung kita. Kita boleh makan enak, tapi kita juga harus dibarengi dengan olahraga,” ujar Yantie Rachim.

Lebih lanjut, Yantie menegaskan bahwa organisasi perempuan seperti PIM memiliki peran strategis dalam mengajak masyarakat—khususnya para ibu—membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

“Nah ini menjadi tugas ibu-ibu di PIM bagaimana caranya mengajak ibu-ibu dan bapak-bapak itu harus olahraga. Olahraga itu nggak harus senam aja, jalan pagi itu olahraga yang paling murah,” tegasnya.

Selain mendorong masyarakat untuk aktif bergerak, ia juga mengingatkan pentingnya mendapatkan paparan sinar matahari sebagai sumber vitamin D alami yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama pada usia dewasa.

“Di usia kita ini juga, kita harus sering-sering kena matahari, ini vitamin D yang natural dibanding kita harus makan vitamin. Semoga melalui kegiatan ini kita bisa mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang semakin sehat ya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kesehatan PIM Bogor Raya, Dewi Budiyanti, mengapresiasi antusiasme ratusan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Kesehatan Nasional yang jatuh pada 12 November, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.

“Kita berkumpul di sini itu untuk sehat ya. Kegiatan ini membuktikan komitmen kami untuk terus mengajak masyarakat Kota Bogor menjalankan hidup sehat,” pungkasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *