KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 75 siswa kurang mampu di Kabupaten Garut akan segera mengikuti Sekolah Rakyat Garut Rintisan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Pemkab Garut), Aji Sukarmaji, saat ditemui di Kantor Dinsos, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa 2 September 2025.
Program ini hadir sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap anak-anak yang putus sekolah.
Menurut Aji, ke-75 siswa kurang mampu ini ditetapkan setelah melalui dua kali rapat pleno dan dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati.
Lokasi Sekolah Rakyat Garut sementara akan menggunakan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Disnakertrans yang terletak di Jalan Raya Samarang, Kabupaten Garut.
Saat ini, bangunan BLK sedang direnovasi untuk mendukung kesiapan program yang digagas Pemkab Garut.
Peserta Sekolah Rakyat Garut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2, yang mayoritas merupakan siswa kurang mampu putus sekolah di tingkat SD maupun SMP.
Aji menyebutkan, program ini direncanakan mulai berjalan pada September 2025. Pemkab Garut juga menegaskan komitmennya dengan mengalokasikan dana Rp12 miliar dari APBD Perubahan 2025 untuk membeli lahan yang nantinya dijadikan lokasi sekolah permanen.
Tak hanya mengandalkan dana daerah, Sekolah Rakyat Garut nantinya akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat, seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial.


