KITAINDONESIASATU.COM – Drama penyelamatan WNI di Myanmar memasuki babak krusial. Sebanyak 56 warga negara Indonesia yang terseret dalam operasi besar-besaran penindakan penipuan online dan judi daring di Myawaddy akhirnya mulai dipulangkan ke tanah air.
KBRI Yangon mengungkapkan bahwa seluruh WNI tersebut pada Senin (8/12) sudah dipindahkan menuju Mae Sot, Thailand, sebagai langkah awal evakuasi. Dari sana, mereka dijadwalkan terbang ke Indonesia pada 9 Desember melalui penerbangan komersial dari Bangkok.
Para WNI ini sebelumnya diamankan dari dua pusat kejahatan digital terbesar di kawasan tersebut—KK Park dan Shwe Kokko—yang dikenal sebagai markas operasi scam internasional.
Pemindahan ini baru tahap pertama, memulangkan sekitar 300 WNI yang masih berada dalam pengawasan otoritas Myanmar setelah terjaring sejak Oktober lalu. Sebelum diberangkatkan, mereka telah menjalani pemeriksaan ketat, mulai dari pendataan, verifikasi identitas, biometrik, hingga pengecekan kesehatan.
Menurut KBRI Yangon, keberhasilan tahap awal evakuasi ini adalah hasil negosiasi panjang dengan otoritas Myanmar, ditambah dukungan KBRI Bangkok untuk proses lintas batas dan penerbangan.
Pemerintah Myanmar juga memberikan pengawalan ketat karena situasi keamanan di Myawaddy yang terus berubah dan tidak menentu.
KBRI Yangon memastikan akan terus memantau pergerakan konvoi dan menjaga koordinasi erat dengan pihak Thailand demi pemulangan yang aman. Keselamatan WNI ditegaskan sebagai prioritas utama, termasuk ratusan WNI lain yang masih menunggu untuk dievakuasi.
Di sisi lain, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri tanpa prosedur resmi, mengingat sudah ada lebih dari 10.000 kasus penipuan daring melibatkan WNI sejak 2020.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan sebagian kasus bukan TPPO murni—ada juga WNI yang secara sadar bekerja pada sindikat scam. (*)


