KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan klarifikasi terkait rencana pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) yang akan melibatkan sekitar 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN). Pihak Kemhan menegaskan bahwa keikutsertaan para abdi negara dalam program pertahanan negara ini tidak mengandung unsur paksaan dan sepenuhnya bersifat sukarela.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa angka 4.000 tersebut merupakan target kuota, namun tidak semua yang mendaftar akan langsung diterima. Para ASN yang berminat harus melewati proses seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, hingga kesamaptaan jasmani.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang terpilih benar-benar memenuhi kualifikasi sebagai personel cadangan yang tangguh.
“Prinsipnya adalah voluntary atau sukarela. Tidak ada sanksi bagi yang tidak ikut, namun kami memberikan kesempatan bagi ASN yang ingin berkontribusi lebih bagi kedaulatan negara,” katanya, Kamis (26/2).
Selama masa pelatihan, para ASN akan tetap menerima hak-hak kepegawaiannya secara penuh. Program ini bertujuan untuk memperkuat semangat bela negara serta membentuk kedisiplinan dan loyalitas tinggi di lingkungan birokrasi.
Melalui integrasi ASN ke dalam Komcad, pemerintah berharap struktur pertahanan nasional semakin solid dalam menghadapi berbagai ancaman non-militer maupun militer di masa depan.(*)

