KITAINDONESIASATU.COM – Delapan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi korban dalam insiden serangan di Lebanon Selatan.
Dari jumlah tersebut, tiga prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara lima lainnya mengalami luka-luka.
Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3) di sekitar markas UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Dalam kejadian itu, Praka Farizal Rhomadhon gugur saat bertugas.
Ia diketahui menjabat sebagai Taban Provost di Kompi Markas Yonif 113/JS dan meninggalkan seorang istri serta anak yang masih balita.
Sehari berselang, dua prajurit lainnya kembali gugur dalam insiden berbeda yang terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Kedua prajurit tersebut adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Keduanya meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka kawal dalam misi pengamanan konvoi mengalami ledakan.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Narsullah, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat tim Satgas TNI yang tergabung dalam UNIFIL menjalankan tugas pengawalan di wilayah sektor timur Lebanon.
Insiden berlangsung di tengah situasi konflik yang memanas, ditandai dengan saling serang artileri.
Daftar Prajurit TNI Luka dan Proses Evakuasi
Selain korban gugur, lima prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.
