Berita UtamaNews

245 Jabatan Strategis Pemkot Bogor Dirotasi

×

245 Jabatan Strategis Pemkot Bogor Dirotasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260212 WA0013 scaled
Suasana pengambilan sumpah jabatan 245 pejabat Pemkot Bogor yang dipimpin langsung Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kota Bogor melakukan perombakan besar-besaran birokrasi dengan merotasi dan mempromosikan 245 jabatan strategis sebagai langkah menyehatkan organisasi serta memperkuat kinerja pelayanan publik. Kebijakan ini diambil menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Rotasi dan promosi jabatan tersebut mencakup pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, kepala sekolah, hingga kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi atas pengabdian para pejabat pada jabatan sebelumnya sekaligus mengucapkan selamat menjalankan tugas di posisi yang baru. Menurutnya, perubahan jabatan merupakan bagian dari tour of duty, mengingat sejumlah pejabat telah menempati posisi yang sama selama tiga tahun bahkan lebih dari lima tahun.

“Sehingga ini menjadi bagian kita untuk menyehatkan organisasi, kemudian menguatkan komitmen dalam rangka memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim.

Dalam arahannya, Dedie Rachim juga menyampaikan tugas khusus dari Presiden Prabowo yang disampaikan dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, di antaranya terkait dengan upaya menjaga lingkungan dan kebersihan.

Selain itu, ia menegaskan bahwa penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta pembenahan dan penataan transportasi masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus ditangani secara serius oleh jajaran pemerintah daerah.

Kepada para lurah, Dedie Rachim meminta agar lebih mengenal warganya secara mendetail dan mendalam, terutama dalam memastikan kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sehingga lurah harus tahu siapa yang harus dibantu, siapa warga yang sakit dan tidak mungkin kita bawa ke rumah sakit. Koordinasikan dengan puskesmas, lakukan langkah untuk melihat langsung warga yang sedang sakit atau membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat masyarakat lebih merasakan kehadiran pemerintah, mulai dari tingkat kota hingga lingkungan terkecil.

“Tidak perlu segala sesuatu viral dulu, karena di wilayah itu lurah adalah wali kota kecil. Jadi Bapak Ibu Lurah harus mengenal warganya, seperti anak-anak difabel yang memiliki keistimewaan, mereka yang autis, tunanetra, dan tunarungu harus kita pahami dan kita ketahui,” ucapnya.

Secara khusus, Dedie Rachim juga menyampaikan terima kasih kepada Deni Hendana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor dan kini menduduki jabatan baru.

Ia mengingatkan bahwa percepatan pembangunan membutuhkan modal pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya manusia yang andal, tetapi juga ditopang oleh lingkungan kerja yang memadai. Oleh karena itu, peningkatan pendapatan daerah dan ketersediaan anggaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Bogor.

“Saya berharap kepada Abdul Wahid untuk dapat segera melaksanakan langkah-langkah perbaikan, pembenahan, serta peningkatan pendapatan agar target capaian Pemkot Bogor yang nantinya akan kita pakai sebagai modal pembangunan di Kota Bogor dapat terus ditingkatkan,” ujarnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *