Langkah Darurat: Sweeping Desa & Penutupan Dapur MBG
Untuk mencegah korban bertambah, Bupati telah menginstruksikan semua Kepala Desa melakukan sweeping aktif di wilayah masing-masing. Tujuannya: mendeteksi dini warga yang bergejala, lalu segera dijemput dan dibawa ke puskesmas tanpa biaya.
“Jangan anggap enteng. Jangan takut biaya. Segera laporkan!” imbau Bupati, menekankan pentingnya respons cepat.
Selain itu, dapur atau tempat produksi MBG yang diduga menjadi sumber keracunan telah ditutup sementara. Ini adalah tindakan pencegahan strategis sambil menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM dan Dinas Kesehatan.
Menurut data sementara Dinas Kesehatan Garut, sampel makanan dari dapur tersebut menunjukkan indikasi kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan E. coli, meskipun hasil final masih menunggu 2–3 hari ke depan.
Harapan Pemulihan Cepat
Bupati Syakur menyampaikan harapan agar semua korban bisa pulang ke rumah dalam waktu 8–12 jam ke depan, terutama yang kondisinya stabil. Ia juga memuji respons cepat tenaga medis, relawan, dan aparat desa yang bekerja tanpa lelah.



