Berita Utama

100 Siswa Sekolah Lansia Diwisuda

×

100 Siswa Sekolah Lansia Diwisuda

Sebarkan artikel ini
wisudalansia
Wisuda Lansia di Kabupaten Tangerang. (Is)

KITAINDONESIASATU.COM-Kabupaten Tangerang berhasil meluluskan 100 lansia (lanjut usia) melalui prosesi wisuda Sekolah Lansia 2025. Proses wisuda digelar disalah satu hotel di Kabupaten Tangerang, pekan lalu.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis mengatakan, peserta wisuda kali ini berasal dari empat Sekolah Lansia, yakni Bina Keluarga Lansia (BKL) Rembulan di Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe, BKL Hibrida di Kelurahan Kutajaya, di Kecamatan Pasar Kemis, BKL Anggrek di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, dan BKL Matuga Seroja di Desa Caringin, Kecamatan Legok.

“Di Kabupaten Tangerang, hingga saat terdapat 14 Sekolah Lansia dan ke depan diharapkan terus bertambah jumlah sekolah lansia di desa/kelurahan atau kecamatan lainnya,” kata Muchlis. ​

Sesuai data aplikasi Lansia Berdaya (SIDAYA), di Provinsi banten terdapat 35 Sekolah Lansia dengan jumlah 1.040 siswa, 620 siswa di antaranya sudah diwisuda. Dengan diwisudanya 100 lansia di Kabupaten Tangerang tahun ini, total lansia yang sudah diwisuda sebanyak 720 lansia lulusan Sekolah Lansia se-Provinsi Banten.

Sedangkan Prima Saras Puspa Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tangerang mengatakan, wisuda sekolah lansia menjadi bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk belajar dan berkarya. “Wisuda lansia membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk belajar dan berkarya. Para lansia tetap semangat, produktif, dan tentu saja menginspirasi kita semua,” ujar Prima.

Puspa menambahkan, meningkatnya jumlah  lansia jangan dijadikan beban, tapi jadikan sebagai peluang. Berdasarkan data, di Kabupaten Tangerang tercatat sebanyak 283.846 jiwa lansia dengan angka harapan hidup 75 tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Pertumbuhan jumlah penduduk lansia menjadi potensi besar bagi pembangunan. Kehadiran lansia berdampak positif apabila mereka sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Inilah yang akan kita wujudkan melalui Sekolah Lansia,” ujar Pima.

Sedangkan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, menegaskan bahwa pembangunan lansia tangguh menjadi bagian dari quick win program nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Menjadi lansia adalah fitrah, akan tetapi menjadi lansia tidak berarti menjadi beban. Lansia memiliki potensi untuk tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat atau SMART melalui tujuh dimensi lansia tangguh,” ujar Rusman.

Tujuh dimensi tersebut mencakup spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, serta lingkungan. Ia menyebut, Sekolah Lansia bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun harga diri dan makna hidup bagi para lansia. “Kami meyakini bahwa lansia adalah generasi kaya pengalaman yang tetap dapat memberi kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” kata Rusman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *